Telp / Fax : 0541-661350

Jl. Pahlawan Bukit Biru, Tenggarong, Kutai Kartanegara

Tiga SPNF SKB di Kukar Dapat Kucuran DAK Dari Pemerintah Pusat

Oleh: GUSDUT | 2018-04-02 | PEMERINTAH | 5071

Gambar

Kadsdikbud Kukar Hifsi G Fahrannas saat menandatangani MoU terkait kucuran Dana Alokasi Khusus dari pemerintah pusat.


Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2018 melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kembali mendapatkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp1,4 Miliar yang diperuntukkan bagi 3 (tiga) Lembaga Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yakni SPNF SKB Tenggarong, Kota Bangun dan Muara Jawa.

Kepastian kucuran dana DAK tersebut ditandai dengan Penandatanganan MoU (Memorandum Of Understanding) langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hifsi G Fahrannas diikuti oleh tiga kepala SPNF SKB Kukar, berlangsung di Ruang Pertemuan Disdikbud, Tenggarong, Selasa (27/3/2018). Adapun penggunaan dana DAK dari pemerintah pusat tersebut telah tersusun dalam perencanaan pembangunan, seperti SPNF SKB Kota Bangun dengan pelaksanaan pembangunan 4 (empat) Unit gedung Baru (UGB) dengan nilai Rp736.064.000. Kemudian SPNF SKB Muara Jawa pembangunan 3 (tiga) UGB lokal dengan nilai Rp 515.416.000 dan Kepala SPNF SKB Tenggarong berupa renovasi 2 (dua) lokal ruang belajar nilai Rp240.000.000.

Kadisdikbud Kukar Hifsi G Fahrannas bersyukur atas kucuran dana DAK dari pemerintah pusat yang akan digunakan untuk membangun sarana dan prasarana belajar pendidikan non formal. “Saya menyakini SPNF SKB yang ada di Kutai Kartanegara kedepannya akan lebih baik dan terus mendapat dukungan tidak hanya dari pemerintah daerah melainkan dari pemerintah pusat,” katanya.

Menurut Hifsi, perluasan pembangunan seperti fasilitas penunjang, pemenuhan tenaga pendidik  dalam hal ini pamong belajar terus dilakukan perbaikan dan peningkatan sehingga mutu program yang dilaksanakan SPNF SKB akan berdampak terhadap kualitas pendidikan non formal di Kukar. “Pemkab Kukar tidak berdiam diri untuk memenuhi fasilitas SPNF SKB, termasuk dukungan program, pendidikan masyarakat, kursus dan pelatihan, serta pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan akan ditingkatkan,” ujarnya.

Hifsi juga meminta kepada semua Kapala SPNF SKB penerima DAK agar selalu  berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tim Kabupaten, agar pelaksanaan DAK sesuai dengan peraturan perundangan.

“Saya minta lakukan koordinasi dengan Disdikbud terkait penggunaan dana DAK secara transparan dan tetap berpegang kepada Petunjuk operasional DAK Fisik dan Petunjuk Teknis Penggunaan, termasuk peruntukannya harus menjadi perhatian semuanya termasuk dalam pertanggung jawabannya,”. Pinta Hifsi. (Medsi01)