Telp / Fax : 0541-661350

Jl. Pahlawan Bukit Biru, Tenggarong, Kutai Kartanegara

RSUD A.M. Parikesit Buka Unit Kemoterapi

Oleh: GUSDUT | 2018-02-26 | INFO PUBLIK | 5067

Gambar


Kanker masih menjadi penyakit yang paling ditakutkan dan dianggap sebagai kartu mati bagi banyak orang. Berdasarkan data WHO, pada 2012, terdapat 14 juta kasus kanker baru dan menyebabkan 8,2 juta orang meninggal dunia. Dalam waktu dua dekade saja, peningkatan kejadian kanker terjadi sangat drastis hingga mencapai 70%. Sedangkan di Indonesia, menurut data Balitbang Kementerian Kesehatan (2013) ada 347.792 orang atau sekitar 1.4%0 (permil) dari jumlah penduduk Indonesia yang menderita kanker.

Penyakit kanker dapat menyerang semua umur. Hampir semua kelompok umur penduduk memiliki prevalensi penyakit kanker yang cukup tinggi. Prevalensi penyakit kanker tertinggi berada pada kelompok umur 75 tahun ke atas, yaitu sebesar 5,0%0 dan prevalensi terendah pada anak kelompok umur 1-4 tahun dan 5-14 tahun sebesar 0,1%0. Terlihat peningkatan prevalensi yang cukup tinggi pada kelompok umur 25-34 tahun, 35-44 tahun, dan 45-54 tahun.

Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang medis, kanker bukan lagi menjadi momok yang menakutkan bagi penderitanya. Sekarang ini, semakin banyak penderita kanker yang sembuh dan berhasil melewati pengobatan. Pengobatan yang diberikan untuk para penderita kanker sampai saat ini adalah, kemoterapi, radiasi, dan operasi. Masing-masing pengobatan tersebut mempunyai peran tersendiri untuk melawan penyakit kanker. Setiap penderita kanker juga mungkin akan menerima pengobatan yang berbeda dengan penderita kanker lainnya, tergantung dengan jenis kanker, stadium dari kanker, dan lokasi dari pertumbuhan sel kanker tersebut.

Kemoterapi atau biasa disebut kemo dikenal sebagai pengobatan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi memiliki peranan penting dalam melawan sel kanker. Meski demikian, metode pengobatan ini juga memiliki efek samping yang tidak sedikit. Jenis pengobatan kemoterapi tentunya tergantung pada jenis dan lokasi kanker serta apakah kanker telah menyebar ke organ lain. Pengobatan kemoterapi juga bergantung pada faktor apakah Anda memiliki masalah kesehatan tertentu.

Adapun manfaat kemoterapi, yaitu:
1. Meringankan gejala
Kemoterapi dapat memperkecil tumor yang mengakibatkan rasa sakit.

2. Mengendalikan
Kemoterapi dapat mencegah penyebaran, memperlambat pertumbuhan, sekaligus menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh yang lain.

3. Menyembuhkan
Kemoterapi dapat menghancurkan semua sel kanker hingga sempurna dan ini mencegah kekambuhan atau berkembangnya kanker di dalam tubuh kembali.


Hanya saja, kemoterapi juga dapat memengaruhi sel sehat yang secara normal membelah diri dengan cepat, misalnya sel pada kulit, usus, serta rambut. Kerusakan pada sel sehat itu yang dapat mengakibatkan efek samping. Namun, hal ini umumnya akan segera menghilang setelah pengobatan kemoterapi selesai.

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker yang efektif. Terbukti telah menyelamatkan jutaan jiwa. Namun, kemoterapi memiliki efek samping yang tidak kecil. Sulit untuk memprediksi seberapa berat seseorang akan mengalami efek samping dari kemoterapi, sebab tiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap pengobatan tersebut. Efek samping kemoterapi muncul karena obat-obatan tersebut tidak memiliki kemampuan membedakan sel kanker yang berkembang pesat secara abnormal dengan sel sehat yang secara normal juga memiliki perkembangan pesat.

Yang penting untuk diketahui, efek samping kemoterapi tersebut akan segera hilang setelah pengobatan selesai. Selain itu, efek kemoterapi tidak akan menimbulkan akibat yang berbahaya bagi kesehatan. Meski pada beberapa kasus, efek samping kemoterapi bisa lebih serius dibandingkan yang lain. Misalnya tingkat sel darah putih yang menurun dengan cepat sehingga dapat meningkatkan risiko infeksi.

Umumnya pengobatan kemoterapi dilakukan di rumah sakit guna memantau efektivitas dan kemungkinan munculnya efek samping pengobatan kemoterapi.

Mengobati penyakit berbahaya seperti kanker tidaklah mudah, termasuk saat menjalani sesi kemoterapi. Sedapat mungkin ikuti saran dokter dan hindari hal-hal yang dapat berisiko mengganggu proses pengobatan untuk bisa berjalan optimal.

Saat ini di RSUD AM Parikesit Tenggarong mulai menambah pelayanan kesehatan dengan membuka unit kemoterapi. Dibukanya unit kemoterapi tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Unit kemoterapi di RSUD A.M. Parikesit akan ditangani langsung oleh dokter dr. Muhammad, M.Si Med., Sp.B (K) Onk.

Menurut Direktur RSUD A.M. Parikesit dr. Martina Yulianti, Sp.PD FINASIM, MARS sebagai rumah sakit rujukan regional di Kalimantan Timur, RSUD AM Parikesit sdh seharusnya terus-menerus mengembangkan layanan nya. "Sekarang kita sudah memiliki Spesialis Bedah Konsultan Onkologi dan pemderita kanker tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mencari pengobatan, khususnya yg memerlukan terapi operasi dan kemoterapi" Ujar Yuli.
(HMS)

 

sumber:http://rsamp.id