Telp / Fax : 0541-661350

Jl. Pahlawan Bukit Biru, Tenggarong, Kutai Kartanegara

Kominfo Targetkan Sejuta Petani dan Nelayan Go Online

Oleh: GUSDUT | 2017-11-23 | PEMERINTAH | 1213

Gambar

Kementerian Kominfo Gelar Workshop Petani Go Online dan Penetrasi Percepatan Pita Lebar di Gedung NU, Desa Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Rabu (22/11/2017). Workshop ini merupakan rangkaian acara dalam Festival Destika 2017.


Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan 1 juta nelayan dan petani bisa memanfaatkan internet untuk memberikan nilai tambah terhadap proses produksi mereka pada 2019. Melalui Program Nelayan Go Online dan Petani Go Online, diharapkan dapat memperluas akses pasar dan menaikkan pendapatan petani dan nelayan.


Hal itu terungkap dalam rangkaian Festival Desa TIK (Destika) Tahun 2017 hari kedua, digelar Workshop Petani Go Online dan Penetrasi Percepatan Pita Lebar di Gedung NU, Pulosari, Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (22/11/2017).
"Kami melakukan sosialisasi pemanfaatan Aplikasi 8Villages agar para petani dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi untuk memasarkan hasil produk pertaniannya secara online, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan,” kata Kasubdit Tata kelola Direktorat Pengembangan Pita Lebar Ditjen Pos dan Penyelenggara Informatika Dadang Irianto.


Lebih lanjut Dadang memaparkan pembangunan infrastruktur informasi dan komunikasi serta pemberdayaan masyarakat, khususnya di daerah yang masih banyak belum terjangkau infrastruktur TIK (blankspot) dan tertinggal terus dilakukan Kementerian Kominfo.


“Pembangunan ini diharapkan dapat menjadi titik terang seiring dengan permasalahan kesenjangan informasi yang terjadi khususnya di wilayah perdesaan terpencil. Dimana kondisi geografis yang pada umumnya terpencil dan jauh dari pusat kota sehingga kebanyakan masyarakatnya sulit mendapatkan akses informasi,” ucapnya.
Melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SNKI), menurut Dadang, Kementerian Kominfo mendorong seluruh sektor ekonomi, termasuk pertanian dan perikanan dapat tumbuh dan berkembang dengan TIK.


"Infrastruktur dan teknologi informasi untuk mendukung layanan keuangan merupakan salah satu fondasi, selain itu kita juga mendorong pemanfaatan TIK di wilayah yang belum terakses layanan pembiayaan, layanan publik, dan layanan telekomunikasi," katanya.


Kasubdit Infrastruktur dan Layanan Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika, Sumarno menyebut di era digitalisasi saat ini, infrastruktur dan teknologi dapat membantu percepatan Keuangan Inklusi.
"Meningkatnya pemanfaatan teknologi mengakibatkan adanya pergeseran perilaku konsumen dari yang semula bertransaksi secara tunai beralih untuk bertransaksi secara digital. Dengan cara ini maka pemerataan ekonomi mampu menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.


Lebih lanjut, Sumarno mengatakan workshop itu merupakan momentum penting untuk membuktikan nilai tambah keberadaan TIK.  "Karena dari Desa Pulosari inilah, kita akan memulai era baru dimana informasi sudah masuk dan bisa diakses di daerah perdesaan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan informasi sebagai himpunan pengetahuan, yang pada gilirannya mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraannya," katanya.


Ke depan, hasil akhir yang diharapkan dapat terwujud masyarakat informasi. "Dengan informasi, petani di Desa Pulosari bisa mengetahui dari internet prakiraan cuaca di wilayahnya atau harga komoditas apa yang sedang naik, atau para petani juga bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman melalui internet," pungkas Sumarno.


Workshop itu diikuti sekitar 100 orang petani dan masyarakat sekitar lokasi. Kebanyakan peserta menilai Festival Destika 2017 baik dan bermanfaat. ini dan harapan mereka dengan adanya “Petani Go Online” ini dapat meningkatkan taraf hidup para petani, juga turut hadir memberikan sambutan antara lain Kasi Pengelolaan Infrastruktur e-Goverment Dinas Kominfo Kabupaten Pemalang, dan Perwakilan dari perintis aplikasi start up 8Villages.


Kegiatan Edukasi Petani Go Line merupakan wujud nyata Sinergi Aksi untuk Rakyat Indonesia oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Kominfo, Kementerian Koperasi dan UKM. (IM)

 

sumber:https://kominfo.go.id